Friday, 17 November 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Home » Pelatihan » MATA KETIGA
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

MATA KETIGA

Ditambahkan pada : May 17th, 2015
Rp 2.500.000
Stock : Tersedia
Kode Produk :
Dilihat : 2,074 kali
Kategori : Pelatihan
Bingung Cara Order / Pesan?
Customer Service Langlangjagad siap melayani dan membantu Anda.

AKTIVASI MATA KETIGA

  • Mata ketiga diasosiasikan dengan chakra Ajna yang terletak pada kening, sedikit diatas pertengahan kedua alis mata. Ajna juga dekat asosiasinya dengan kelenjar pineal/pineal gland yang sering disebut sebagai mata ketiga yang sebenarnya.
  • Filosofer perancis Rene Descartes mempercayai bahwa pineal gland ini merupakan “the Seat of the soul” (tempat duduknya jiwa) dimana koneksi pikiran dan tubuh dapat bertemu.
  • Kelenjar yang berukuran sebesar biji kacang ini biasanya tidak/kurang aktif bagi majoritas orang tetapi latihan di bawah nanti bila dilakukan dengan benar akan dapat membangunkan dan menstimulasinya sehingga menjadi lebih aktif.

Fungsi Mata Ketiga

  • melihat energi
  • melihat alam halus/dimensi yang lebih tinggi
  • melihat tembus pandang
  • Pusat Intuisi

Setelah terbuka, mata ketiga mulai mengalami pertumbuhan hingga mencapai sempurna. Kecepatan pertumbuhan itu sendiri pada masing – masing orang tidak sama. Banyak faktor yang mempengaruhinya

Dengan Menggunakan beberapa Metode yang sudah kami ujicoba, Alhamdulillah kami menemukan metode pembukaan mata batin/mata ketiga yang tergolong instan dan tidak memerlukan puasa ataupun ritual yg aneh dan memberatkan.

Proses pembukaan Mata batin/ mata ketiga akan dilakukan langsung oleh TEAM PADEPOKAN LANGLANGJAGAD secara langsung kurang lebih sekitar 30 menit, dan setelah itu langsung di tes untuk melihat alam gaib.

  • Ilmuwan “Menemukan Kembali” Mata Ketiga

Pentingnya mata ketiga yang dikenal juga sebagai mata kebijaksanan, telah diketahui oleh para pencari Kebenaran dan praktisi rohani selama berabad-abad, namun baru-baru ini keberadaannya baru diakui oleh ilmu pengetahuan modern. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh orang Rusia baru-baru ini, negatif (film) yang diletakkan di dalam sebuah amplop yang tidak tembus cahaya mulai berkembang menjadi gambar foto setelah diletakkan di atas dahi seseorang. Menurut peneliti utama riset ini, Vitaly Pravdivstev, “Pengujian ini mengungkapkan bahwa orang-orang tertentu sanggup memancarkan apa yang disebut “gambaran otak” dari suatu tempat di dalam dahi.”

Pravdivstev terus menunjukkan hubungan antara kemampuan ini dengan pusat otak yang dikenal sebagai mata ketiga. Ia menyatakan, “Tradisi orang Asia kuno dapat membuktikan perkiraan kita: Mereka mengatakan bahwa radiasi datang dari pusat energi manusia. Ilmu pengetahuan esoterik menyebut pusat ini sebagai mata ketiga.”

Demikian juga, keberadaan mata ketiga pada hewan-hewan tertentu telah dibuktikan di bidang zoologi. Banyak reptil dan burung memiliki mata ketiga yang berhubungan dengan kelenjar pineal. Mata ini tidak melihat dengan cara yang sama seperti mata fisik, tetapi mata ini dapat merasakan cahaya dan panas. Selain itu, kelenjar pineal manusia telah terbukti memiliki penerima cahaya dan memproduksi melatonin, suatu zat yang pelepasannya ditentukan oleh sejumlah cahaya yang diterima tubuh (lihat majalah Berita # 133,“The Pineal Gland and Melatonin (Kelenjar Pineal dan Melatonin)”.

Namun, ilmuwan umumnya meremehkan pentingnya fungsi kelenjar pineal dalam tubuh manusia. Meskipun sama dengan mata ketiga dari hewan-hewan tertentu, manusia tidak menggunakan kelenjar tersebut untuk merasakan cahaya secara langsung. Penemuan baru-baru ini menunjukkan bahwa mata fisik juga dapat memproduksi melatonin sehingga membuat peran kelenjar pineal semakin diabaikan. Akhirnya, tidak seperti pada hewan, mata ketiga manusia terpendam di dalam otak dan perbedaan tempat ini dapat membuat keberadaan kelenjar pineal manusia bahkan semakin kurang penting. Dalam istilah evolusi, kelenjar tersebut kelihatannya lambat laun menghilang daripada digunakan untuk fungsi vital.

Namun, penemuan yang dilakukan oleh Vitaly Pravdivstev yang dibahas di atas mungkin mendorong ilmu pengetahuan modern untuk menerima pandangan baru pada topik tersebut. Kemampuan untuk memproyeksikan gambar di foto telah menunjukkan bahwa organ ini sebenarnya dapat “melihat” sendiri dan bekerja melampaui tingkat keberadaan fisik. Kebanyakan dari mata ketiga mungkin berada dalam keadaan yang tidak aktif. Alasannya mungkin berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan. Kelenjar pineal mungkin hanya butuh semacam pembangkitan yang Guru sebut sebagai “berhubungan kembali dengan Tuhan“ untuk mendapatkan perannya yang benar.

Pengarang lain, G de Puruker, seorang teosofis, pada tahun 1920 menulis tentang kelenjar pineal dan evolusi manusia dilihat dari sudut pandang rohani:

Bahkan saat ini, kelenjar pineal merupakan sumber dari kesadaran intuisi. Pada saat kita mempunyai firasat,kelenjar ini bergetar dengan perlahan; ketika kita mempunyai inspirasi atau kilasan pemahaman intuisi, ia bergetar lebih keras. Namun demikian, mata kebijaksanaan sangat sulit digunakan, terutama karena bekerjanya kedua mata fisik kita yang menghambatnya. Seiring dengan berlalunya waktu, kedua mata akan tumbuh dengan perlahan dan bekerja semakin sempurna, namun perannya nanti akan berkurang, dan “mata pertama“ akan kembali berperan sebagaimana mestinya.

Mungkin keterangan Puruker tentang “mata pertama“ dapat menjadi tanda penting untuk mengenali Zaman Keemasan. Jika demikian, penelitian Pravdivstev dapat melambangkan pengesahan ilmu pengetahuan tentang pentingnya mata kebijaksanaan. Seperti yang dikatakan Guru, mata kebijaksanaan adalah titik dimana kita “pergi“ berhubungan kembali dengan Tuhan di dalam. Pada dasawarsa mendatang, kita semua harus lebih menghargai pentingnya hubungan kita dengan Tuhan.

  • Tentang ALAM JIN DAN MATA KETIGA

James Jeans, dalam bukunya yang sangat bagus, The Universe Around Us, menegaskan hakikat yang sama. pada umumnya hal ini diakui oleh ilmu pengetahuan modern. James Jeans mengatakan semua benda, pada akhirnya, terdiri dari atom, dan atom terdiri dari proton dan electron. Di tengah lingkaran atom tedapat nucleus. Dengan demikian ia terdiri dari proton yang merupakan benda yang sangat padat dan bermuatan listrik positif, electron bermuatan listrik negative dan neutron yang bermuatan listrik netral.

Berat proton 1.840 kali lebih berat dari electron. Sedangkan berat atom tergantung pada berat proton yang membentuknya. Sebagaimana diketahui, atom hydrogen, misalnya mengandung satu electron, helium dua electron, oksigen delapan electron, uranium 92 elektron. Uranium merupakan benda paling padat yang ada dalam alam semesta ini. Karakteristik atom, tergantung pada electron, dan jumlah electron yang mengelilingi setiap atom sebanding dengan jumlah proton yang terdapat di tengah-tengahnya (intinya). Inti atom terdiri dari electron positif yang saling tarik-menarik.,termasuk di dalamnya proton (electron netral) . electron negative bergerak di seputar inti atom dalam spectrum yang sangat teratur dengan kecepatan puluhan ribu mil per detik.

Seluruh electron yang terdapat dalam atom tersebut merupakan ruang kosong. Yang berisi 1/1.000.000.000 dari seluruh bagian atom itu. Itu sebabnya, maka Sir Oliver Lord mengatakan bahwa kalau electron pada atom yang membentuk tubuh seseorang yang beratnya 80 kg itu dipadatkan demikian rupa sehingga tidak ada sedikit ruang kosong pun, maka besarnya hanya beberapa mm saja, sedang lebihnya hanya merupakan ruang kosong yang akan diisi oleh arus electron-magnetis.

Electron-electron ini merupakan materi pertama alam, dan seluruh benda yang ada di alam semesta ini , baik binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda mati, tak lain adalah electron-electron yang melayang di samudra ether. Singkatnya, ia merupakan refleksi dari eter yang melayang-layang dengan kecepatan sangat tinggi atau dengan getaran yang bermacam-macam.
Pendapat ini, dengan sendirinya, meliputi dunia kita dan dunia metafisika, atau dunia tersembunyi yang tidak dapat kita lihat, semisal alam Jin.
Saya akan kemukakan secera sepintas karakter getaran atom alam semesta menurut ilmu pengetahuan modern.

Professor James Arthur Findley mengatakan, Materi yang bersifat fisik adalah pernyataan tentang getaran yang ada antara dua garis tetap yang bisa ditentukan oleh ilmu Fisika. Getaran yang membentuk alam fisik ini, seluruhnya mempunyai rentangan antara 23.000 hingga 64.000 gelombang dalam satu arus yang menggambarkan getaran-getaran lingkaran yang bisa diamati, yang terletak di antara berbagai sinar, kecuali infra-merah yang menurun dan ultra-violet yang naik. Sedangkan bila kita ingin mengukur kecepatan getaran dalam satu detik, dan bukan menurut panjang gelombang dalam satu arus, maka ilmu fisika menentukan nya dengan 750 milyar dan 400 milyar detakan per detik. Getaran getaran merupakan karakteristik umum yang ada di semua tingkat wujud di alam semesta. Satu-satunya yang membedakan semuanya itu adalah urutan getaran yang dilakukan oleh benda-benda tertentu di alam semesta ini.

Tidakkah kita bisa melihat,misalnya,baling-baling pesawat terbang dan bagaimana secara bertahap ia hilang dari penglihatan kita dengan semata-mata mengikutinya, padahal ia tetap berputar. Dan ketika putarannya mulai melambat, kita kembali dapat melihatnya?
Dalam nisbatnya dengan alam Jin, kita bukan berhadapan dengan gerakan yang keluar dari kecepatan gerak seperti gerakan baling-baling pesawat terbang, tetapi dengan kecepatan yang sangat tinggi yang sulit dibayangkan, yang memancarkan gelombang yang bersumber dari atom-atom alam eter yang kelima indera kita pun tidak mungkin mampu menangkapnya. Panceraindera kita tidak mempunyai hubungan apa pun dengannya kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu yang sangat jarang terjadi, dan dari segi fisik, berupa upaya untuk menghilangkan getaran indera manapun, sedangkan dari segi eter dengan cara yang sebaliknya. Dengan cara tersebut seakan-akan diperoleh kombinasi atau pendekatan, walaupun dalam batas-batas tertentu, antara bidang pengamatan indera dengan bidang kesadaran yang tersembunyi di dalam tubuh kasar dan kesadaran lain yang tidak terkurung dalam tubuh.

Sir Arthur Stantley Eddington dalam bukunya “Watak Dunia Fisika” mengatakan “Ether bukanlah sejenis materi, dan bukan pula materi. Kendati demikian, Ether yang bukan materi ini dapat mengubah dirinya menjadi materi melalui senyawa – senyawa yang yang sulit diketahui. Sesuatu yang semula tidak mempunyai dimensi ini, melalui senyawa dengan beberapa unsur lainnya, akan menjadi materi tertentu yang bisa ditimbang”
Pendapatnya ini sejalan dengan alam Jin, baik dari segi hakikatnya maupun dalam kemampuan menampakan diri dalam bentuk materi yang dapat dilihat dan diraba.

Jadi, kesimpulannya. Allah SWT menciptakan jasad Jin dari atom-atom yang bergerak dengan cepat, sedangkan manusia diciptakan dengan atom-atom yang sedikit lebih lambat.

  • BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MEMPUNYAI KEMAMPUAN MELIHAT JIN?

Orang yang mempunyai kemampuan melihat jin adalah orang yang mata ketiga nya sudah terbuka. Mata ketiga itu seperti mata yang diadjust, sama halnya seperti kamera yang bisa dizoom. Untuk melihat sesuatu yang jauh dibulan maka anda harus pake TELESKOP atau untuk melihat sesuatu yang lebih KECIL seperti BAKTERI anda harus pake MIKROSKOP. Nah mata ketiga itu kayak gitu bisa diadjust dengan memainkan JARINGAN OTAK mata bisa diadjust jadi TELESKOP or MIKROSKOP, karena jin sangat halus, jadi harus pake MATA yang berkekuatan secanggih MIKROSKOP dan itupun bukan wujud asli mereka, karena bangsa jin dapat berubah2 wujud.

KONTAK KAMI ( Fast Respond )
*Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati!
Hotline : 085333333789
SMS Center : 085879717171
BBM : D2411976
Via Yahoo Messenger :

Tulis komentar Anda tentang MATA KETIGA


  • Padepokan Langlangjagad
    Berikut ini adalah testimoni dari pengguna jasa kami: http://s367.photobucket.com/user/kiaji/Testimoni%20Pade »