Friday, 17 November 2017 - Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

RUWATAN

16 May , 2015 , Category : Sekedar Pengetahuan

Dalam masyarakat Jawa,ritual ruwat dibedakan dalam tiga golongan besar yaitu :

1.       Ritual ruwat untuk diri sendiri.

2.       Ritual ruwat untuk lingkungan.

3.       Ritual ruwat untuk wilayah.

Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Pada ritual pangruwatan, bocah sukerta dipotong rambutnya dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kesialan dan kemalangan sudah menjadi tanggungan dari dalang karena anak sukerta sudah menjadi anak dalang. Karena pagelaran wayang merupakan acara yang dianggap sakral dan memerlukan biaya yang cukup banyak, maka pelaksanaan ruwatan pada zaman sekarang ini dengan pagelaran wayang dilakukan dalam lingkup pedesaan atau pedusunan. Proses ruwatan seperti yang diterangkan ini bisa ditujukan untuk seseorang yang akan diruwat, namun pelaksanaannya pada siang hari. Sedangkang untuk meruwat lingkup lingkungan, biasanya dilakukan pada malam hari. Perbedaan pemilihan waktu pelaksanaan pagelaran ditentukan melalui perhitungan hari dan pasaran. Tradisi “upacara /ritual ruwatan” hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita “wayang“ dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa, maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut “Kama salah kendang gumulung “. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan, oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi, agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Kata Murwakala/purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) ,dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden).

Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut :

1. Alat musik jawa ( Gamelan )

2. Wayang kulit satu kotak ( komplit )

3. Kelir atau layar kain

4. Blencong atau lampu dari minyak Sumber: wikipedia

RUWATAN

16 May , 2015 , Kategori : Sekedar Pengetahuan
RUWATAN

Dalam masyarakat Jawa,ritual ruwat dibedakan dalam tiga golongan besar yaitu : 1.       Ritual ruwat untuk diri sendiri. 2.       Ritual ruwat untuk lingkungan. 3.       Ritual ruwat untuk wilayah. Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa... baca selengkapnya

Tentang Aura

16 May , 2015 , Kategori : Sekedar Pengetahuan
Tentang Aura

Pada manusia Aura dapat kita lihat menjadi TIGA bagian   Bagian pertama atau bagian yang paling dekat dengan permukaan tubuh yang seakan menyelimuti dan mengikuti lekuk tubuh secara tepat adalah Aura Kembaran kita.(atau disebut juga Aura kembaran Etheris). Warna... baca selengkapnya

Arya Penangsang

16 May , 2015 , Kategori : Sekedar Pengetahuan
Arya Penangsang

##Silsilah## Menurut Serat Kanda, Ayah dari Arya Penangsang adalah Raden Kikin putra Raden Patah raja pertama Kesultanan Demak. Ibu Raden Kikin adalah putri bupati Jipang sehingga ia bisa mewarisi kedudukan kakeknya. Selain itu Arya Penangsang juga memiliki saudara lain... baca selengkapnya

Cerita Cara Kerja Sihir

13 May , 2015 , Kategori : Sekedar Pengetahuan
Cerita Cara Kerja Sihir

Cerita Cara kerja Sihir Ada suatu cerita bagaimana sihir atau ilmu bekerja, untuk sharing aja semoga bisa dipetik hikmahnya… Suatu hari ada seseorang yang ingin memiliki kesaktian, lalu bertapalah dia di goa yang jauh dari peradaban manusia, ia berpuasa... baca selengkapnya

Serahkan Pada Tuhan

13 May , 2015 , Kategori : Motivasi
Serahkan Pada Tuhan

**Serahkan pada Tuhan** Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Di punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali temali disusun melingkar disela-sela bahunya. Pendakian kali ini... baca selengkapnya

  • Padepokan Langlangjagad
    Berikut ini adalah testimoni dari pengguna jasa kami: http://s367.photobucket.com/user/kiaji/Testimoni%20Pade »